Langka, Senat AS minta Trump akhiri operasi militer di Iran
Trump menyebut resolusi Senat AS yang sebagian besar bersifat simbolis sebagai “tidak berarti” setelah sejumlah senator Partai Republik bergabung dengan Demokrat dalam langkah langka yang berbeda dari Gedung Putih.
Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (23/6) meloloskan resolusi yang mengarahkan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri aksi militer AS terhadap Iran, menandai teguran bipartisan yang jarang terjadi terhadap Gedung Putih ketika pemerintahan tersebut mendorong perdamaian dengan Teheran.
Resolusi yang sebagian besar bersifat simbolis itu disetujui dengan suara 50 berbanding 48 oleh Senat yang dikuasai Partai Republik, setelah sebelumnya lolos di Kongres atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan dukungan anggota Partai Republik.
Sebagai sebuah “resolusi bersama” (concurrent resolution), resolusi tersebut tidak memerlukan tanda tangan Trump dan kekuatan hukumnya masih diperdebatkan.
Pemungutan suara itu mencerminkan kekhawatiran di Kongres terhadap perang yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari.
Resolusi itu juga menjadi salah satu dari segelintir kesempatan ketika anggota Partai Republik berbeda pendapat dengan presiden dan memilih bersama kubu oposisi, yang menunjukkan bahwa sebagian anggota Partai Republik di Kongres semakin skeptis terhadap operasi militer AS di Iran.
Trump menolak resolusi Kongres
Trump mengkritik resolusi Kongres yang sebagian besar bersifat simbolis itu dengan menyebutnya “tidak tepat waktu dan tidak berarti.”
“Jadi, saya sudah membuat Iran berada di ujung tanduk, siap untuk jatuh… dan Senat AS memutuskan untuk menggelar pemungutan suara War Powers Act yang tidak tepat waktu dan tidak berarti,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Para senator ini baru saja membuat pekerjaan saya lebih sulit, tetapi saya akan menyelesaikannya, dengan satu cara atau cara lain, karena saya selalu berhasil menyelesaikannya!”
Ketua Kongres atau DPR AS Mike Johnson, sekutu Trump, menyebut pemungutan suara tersebut sebagai “prospek yang sangat berbahaya” di tengah negosiasi dengan Teheran.
Warga AS semakin skeptis terhadap perang Iran
Pemungutan suara itu berlangsung ketika jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa tiga dari empat warga AS tidak percaya perang dengan Iran sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Mayoritas responden juga mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Teheran kemungkinan tidak akan dapat dipertahankan.
Sejumlah anggota Partai Republik juga menyampaikan kegelisahan mengenai konflik tersebut dan biaya ekonominya, sementara Partai Demokrat tetap berpendapat bahwa presiden telah melanggar Konstitusi dengan melancarkan operasi militer tanpa persetujuan Kongres.
Sementara itu, pemerintahan Trump berupaya mengubah kesepakatan damai awal dengan Teheran menjadi perjanjian final yang mencakup program nuklir Iran, pelonggaran sanksi, dan akses pelayaran melalui Selat Hormuz. Negosiasi tersebut masih berlangsung.


0 Response to "Langka, Senat AS minta Trump akhiri operasi militer di Iran"
Posting Komentar