Pasang Iklan Gratis

Bali sumbang Rp405,25 miliar dari pendapatan visa, turun drastis ternyata

  Sektor pariwisata Bali terus memberikan kontribusi signifikan bagi kas negara.

Sepanjang semester I-2026, Provinsi Bali mencatatkan penerimaan negara dari pos pendapatan visa mencapai Rp405,25 miliar.

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi mengungkapkan bahwa pendapatan visa menjadi penyumbang terbesar dalam kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.

"Pendapatan visa menjadi realisasi terbesar dari jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kategori lainnya," ujar Supendi dilansir dari Antara.

Sebagian besar kontribusi tersebut mengalir melalui pintu utama kedatangan turis asing, yakni Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang menyumbang sebesar Rp402 miliar.

Kendati mencatatkan angka yang terbilang fantastis, realisasi pendapatan visa semester I-2026 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai pembanding, Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil meraup hingga Rp717,8 miliar pada semester I-2025.

DJPb Bali memperkirakan penurunan ini terjadi akibat melambatnya laju kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) yang dipicu oleh tingginya tensi krisis geopolitik global yang masih berlangsung sampai saat ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali per Januari–Mei 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 2,59 juta jiwa, 15.545 di antaranya masuk melalui jalur pelabuhan.

Angka ini terkoreksi tipis 1,77 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 2,64 juta kunjungan.

Secara keseluruhan, dinamika penerimaan negara di Bali sepanjang semester pertama tahun 2026 mencatatkan beberapa poin penting.

Dari Izin Keimigrasian dan Masuk Kembali menyumbang Rp136,5 miliar atau mencapai 65,6 persen dari target tahunan sebesar Rp207,9 miliar.

Dari PNBP Kategori Lainnya total mencapai Rp1,01 triliun, terkoreksi 21,53 persen dibandingkan periode sama pada 2025 sebesar Rp1,29 triliun.

Untuk PNBP Kategori Badan Layanan Umum (BLU), tampil prima dan tumbuh positif sebesar 22,34 persen menjadi Rp1,11 triliun, naik dari Rp912 miliar pada semester I-2025.

Pertumbuhan positif pada kategori BLU ini didorong oleh tiga sektor utama.

Dari Jasa Pelayanan Rumah Sakit tembus Rp702,7 miliar, Jasa Pendidikan sebesar Rp364,6 miliar dan Pendapatan Kerja Sama Lembaga/Badan Usaha mencapai Rp16 miliar.

0 Response to "Bali sumbang Rp405,25 miliar dari pendapatan visa, turun drastis ternyata"

Posting Komentar