Berterima kasih ke Qatar, Pezeshkian tegaskan Iran ingin akhiri konflik
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani bahwa Teheran siap menyelesaikan upaya untuk mengakhiri konflik dan ketegangan di kawasan Teluk. Hal itu disampaikan Pezeshkian kepada pemimpin negara tetangga itu yang mendukung upaya damai.
"Presiden Iran berterima kasih kepada Pemerintah Qatar atas dukungan dan upaya konstruktif yang berkelanjutan dalam upaya perdamaian, menyatakan kesiapan Iran untuk bergerak menuju kerangka kerja bermartabat guna mengakhiri perang dan ketegangan regional saat ini," menurut pernyataan dari Kantor Kepresidenan Iran pada Selasa (26/5/2026).
Di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, menurut Pezeshkian, sudah saatnya Washington menunjukkan kesungguhan untuk perdamaian. "Upaya serius sedang dilakukan, termasuk di tingkat ahli, untuk menyelesaikan dokumen dan teks guna mempersiapkan jalan yang jelas menuju stabilitas," katanya.
Pada awal pekan ini, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi tinggi Iran dalam negosiasi damai dengan AS, melawat ke Qatar. Topik utama pembicaraan di Qatar dilaporkan adalah soal pencairan aset Iran oleh Washington.
Sementara itu, opini publik di AS terbelah seiring pemerintahan Trump memberi sinyal kemajuan menuju tercapainya kesepakatan dengan Iran, menurut laporan CNN sebagaimana dikutip Anadolu pada Rabu. Opini publik di AS terbagi antara keinginan untuk menghindari keterlibatan militer lebih dalam dan kekhawatiran atas konsesi yang mungkin diberikan Washington untuk mengakhiri konflik
Hasil jajak pendapat terbaru dan perdebatan politik setempat menunjukkan banyak warga AS merasa skeptis terhadap perluasan perang dengan Iran. Meski begitu, mereka menilai, program nuklir dan pengaruh regional Teheran sebagai ancaman keamanan yang serius.
Suasana publik itu mencerminkan ketegangan yang sudah lama dikenal dalam kebijakan luar negeri AS. Para pemilih sering mendukung upaya untuk menanggulangi ancaman di luar negeri, tetapi jauh lebih kurang antusias terhadap operasi militer berkepanjangan.
Perdebatan publik itu muncul di tengah upaya para negosiator AS dan Iran yang terus berupaya mencapai kesepakatan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan kegiatan nuklir Iran. Laporan juga menyebutkan, pembicaraan terus berlanjut lewat perantara regional meskipun terjadi ketegangan baru, termasuk serangan AS yang dikecam Teheran sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Bagi Gedung Putih, tantangan politiknya sangat besar. Di satu sisi, Presiden Donald Trump berpendapat setiap kesepakatan harus kuat dan menguntungkan bagi AS. Di sisi lain, para pengkritik memperingatkan bahwa penyelesaian yang terburu-buru dapat memberikan Iran terlalu banyak pengaruh.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio juga menegaskan, Washington ingin Selat Hormuz dibuka kembali dan memperingatkan bahwa AS siap memastikan kebebasan navigasi dengan cara apa pun. Di dalam negeri, isu ini telah memunculkan perpecahan di antara pemilih dan anggota parlemen.


0 Response to "Berterima kasih ke Qatar, Pezeshkian tegaskan Iran ingin akhiri konflik"
Posting Komentar