Pasang Iklan Gratis

Blokade AS nggak ngaruh, Iran berhasil ekspor 10,7 juta barel minyak ke China pada April

  Iran dilaporkan berhasil mengekspor total 10,7 juta barel minyak ke China pada April di tengah aksi blokade maritim oleh Amerika Serikat (AS). Demikian data Kpler dilansir The Cradle pada akhir pekan lalu.

Menurut laporan Kpler, Iran mengalirkan minyak sekitar 985 ribu barel per hari (bpd) yang menunjukkan aktivitas bongkar muat kapal tanker mereka "berlanjut" dan tidak mengalami interupsi. Kpler menyebut, blokade telah "mendisrupsi mesin minyak (Iran), tapi tidak menghancurkannya," sambil merujuk pada aktivitas infrastruktur pemuatan minyak ke kapal tanker menuju China yang tetap berjalan stabil.

Kapal-kapal tanker dilaporkan tetap diposisikan di pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara tempat penyimpanan di terminal ekspor Jask, yang melakukan pemuatan minyak untuk mem-bypass Selat Hormuz, mencapai rekor 5,8 juta barel. Sementara Vortexa melaporkan bahwa, 10m7 juta barel dari minyak mentah berhasil melintas Selat Hormuz antara 13 dan 21 April 2026, termasuk 35 transit uang melibatkan kapal-kapal tanker Iran yang disanksi AS.

Vortexa menambahkan bahwa Angkatan Laut AS beroperasi di zona maritim yang lebih luas, bukan di Selat Hormuz sehingga tidak menghambat lalu lintas kapal tanker Iran. Sementara laporan media Iran mengutip data China, menyebutkan 14 kapal melintas Selat Hormuz selama 24 jam pada 21 April, termasuk tiga kapal tanker.

Merujuk pada data-data di atas, meskipun AS meningkatkan tekanan terhadap ekspor Iran, ekspor minyak terus mengalir dalam skala besar, didukung oleh rute ekspor alternatif dan aktivitas kapal tanker yang berlanjut. Padahal, Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengatakan mereka mengarahkan ulang 31 kapal dan menyita atau menguasai kapal lainnya sebagai bagian dari penegakan hukum, meski aktivitas kapal-kapal secara keseluruhan tetap berjalan.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, negaranya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama kapal Angkatan Laut AS masih melakukan blokade di wilayah perairan tersebut. Dia mengatakan, tindakan militer AS merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui kedua negara.

"Gencatan senjata lengkap hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata," kata Ghalibaf lewat akun X pribadinya, Rabu (22/4/2026), dikutip laman Al Arabiya.

Hal itu disampaikan Ghalibaf saat AS dan Iran sedang berupaya menggelar kembali negosiasi putaran kedua. Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan. Langkah tersebut diambil Trump hanya beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran berakhir.

New York Post, mengutip sejumlah sumber di pemerintahan Pakistan, melaporkan, negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran dapat berlangsung di Islamabad dalam waktu dekat. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif diketahui menjadi mediator dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang disetujui pada 7 April 2026 lalu.

"Itu mungkin," kata Trump saat dikonfirmasi New York Post soal apakah benar negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran bakal berlangsung di Pakistan dalam tiga hari ke depan.


0 Response to "Blokade AS nggak ngaruh, Iran berhasil ekspor 10,7 juta barel minyak ke China pada April"

Posting Komentar