Macron: Kapal induk nuklir masa depan Prancis bernama "Free France"
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (18/3), mengumumkan nama kapal induk masa depan Prancis sebagai "Free France" (Prancis Merdeka) saat kunjungannya ke Kota Nantes, tempat komponen-komponen utama kapal tersebut akan diproduksi.
Macron menyebut kapal induk bertenaga nuklir sebagai hal yang sangat penting bagi daya tangkal nuklir Prancis. Dia mengatakan kapal baru itu akan menjamin kemandirian Prancis untuk beberapa dekade ke depan.
Tanpa industri pertahanan yang kuat, Macron menegaskan, Prancis akan menghadapi ketergantungan militer, dominasi pihak lain secara strategis, dan subordinasi ekonomi.
Kapal induk bertenaga nuklir yang baru ini menelan biaya hampir 10 miliar euro (1 euro = Rp19.411) atau setara 11,5 miliar dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp16.990) dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2038.
Macron mengatakan proyek tersebut akan menciptakan lapangan kerja, menguntungkan perusahaan dalam negeri, serta mendukung pengembangan industri pertahanan nasional.
Kapal induk baru ini dirancang untuk menggantikan kapal induk bertenaga nuklir saat ini, "Charles de Gaulle", yang namanya diambil dari nama presiden sekaligus jenderal Prancis Charles de Gaulle. Kapal itu mulai dioperasikan pada 2001.
Menurut laporan stasiun televisi Prancis BFM TV, kapal baru tersebut akan memiliki bobot sekitar 77.000 ton, lebih berat daripada "Charles de Gaulle" yang berbobot sekitar 42.000 ton.
Saat berbicara di hadapan pasukan bersenjata Prancis yang ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember 2025, Macron mengumumkan dimulainya pengembangan dan pembuatan kapal induk baru milik Angkatan Laut Prancis itu, yang dia sebut sebagai langkah penting untuk meningkatkan kekuatan maritim Prancis.
0 Response to "Macron: Kapal induk nuklir masa depan Prancis bernama "Free France""
Posting Komentar