Ilmuwan temukan cara "isi ulang" energi sel manusia, berpotensi lawan penuaan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel manusia dapat secara efektif “diisi ulang” yang dapat mengatasi penuaan.
Sumber energi tersebut adalah mitokondria, pembangkit tenaga mikroskopis yang ada di hampir setiap sel tubuh.
Mitokondria dikenal sebagai organel penghasil energi utama.
Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kinerja mitokondria akan menurun yang membuat sel menjadi lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit seperti gangguan jantung hingga masalah pada otak.
Penelitian mengenai hal tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada Oktober 2024.
Proses "menukar baterai lama dengan yang baru"
Para peneliti dari Texas A&M University menggunakan partikel kecil berbentuk seperti bunga, yang disebut nanoflower, untuk membersihkan zat oksigen berbahaya di dalam sel.
Ketika zat berbahaya itu dibersihkan, tubuh otomatis mengaktifkan gen yang membuat produksi mitokondria, yaitu sumber energi sel, menjadi lebih banyak pada sel punca manusia.
Menariknya, sel punca yang sudah “penuh energi” ini dapat membagikan mitokondria barunya kepada sel-sel lain yang sudah tua atau rusak di sekitarnya.
Proses ini mirip seperti menukar baterai lama dengan baterai baru sehingga sel yang tadinya lemah bisa bekerja kembali.
“Kami membuat sel sehat belajar untuk membagi ‘baterai cadangan’ dengan sel yang lebih lemah. Dengan menambah jumlah mitokondria pada sel donor, kami bisa membantu sel-sel yang menua atau rusak mendapatkan kembali energinya tanpa perlu rekayasa genetika atau obat,” kata insinyur biomedis Akhilesh Gaharwar, dikutip dari Science Alert
Partikel menyerap oksigen berbahaya
Partikel nanoflower dibuat dari bahan bernama molybdenum disulfide dan memiliki lubang-lubang kecil seperti spons.
Lubang-lubang itu memungkinkan partikel menyerap molekul oksigen berbahaya yang bisa merusak jaringan tubuh.
Ketika molekul berbahaya itu berhasil dibersihkan, sel punca otomatis mengaktifkan gen yang memperbanyak produksi mitokondria baru.
Dalam percobaan, jumlah mitokondria yang dibagikan sel punca kepada sel lain meningkat hingga dua kali lebih banyak dari biasanya.
Pada sel otot polos yang ada di jantung, peningkatannya bahkan mencapai tiga sampai empat kali lipat.
Sementara itu, pada sel jantung yang rusak akibat kemoterapi, perlakuan ini juga membuat lebih banyak sel berhasil bertahan hidup.
Para peneliti menyimpulkan bahwa cara ini berpotensi digunakan untuk meremajakan berbagai jenis jaringan tubuh, misalnya jaringan di sekitar jantung atau otot pada pasien yang mengalami distrofi otot.
Perlu pengujian lebih lanjut
Meski temuan ini menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa penelitian masih berada pada tahap awal.
Pengujian pada hewan dan manusia diperlukan untuk mengetahui dosis yang aman, lokasi terbaik untuk penanaman sel, serta dampak jangka panjangnya.
“Penelitian ini merupakan langkah awal yang menarik untuk mengisi ulang jaringan yang menua menggunakan mekanisme biologis tubuh sendiri. Jika, sistem berbagi energi ini dapat ditingkatkan secara aman, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita bisa memperlambat atau bahkan membalikkan beberapa efek penuaan sel," ujar Gaharwar.


0 Response to "Ilmuwan temukan cara "isi ulang" energi sel manusia, berpotensi lawan penuaan"
Posting Komentar