Selasa, 09 Juni 2026

Pusaran kasus Chromebook seret nama Jokowi di persidangan, begini tanggapan Jokowi

 Dinamika persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kian memanas. Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, kini harus menghadapi tuntutan super berat di tengah bergulirnya fakta-fakta persidangan yang mengejutkan. Dalam perkembangan terbaru, nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ikut terseret ke dalam pusaran perkara setelah Nadiem menegaskan dalam nota pembelaannya bahwa program digitalisasi pendidikan tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis kementerian di bawah arahan langsung sang kepala negara saat itu.

Merespons namanya yang disebut-sebut dalam ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Joko Widodo langsung memberikan tanggapan terbuka dari kediamannya di Sumber, Banjarsari. Pria yang akrab disapa Jokowi ini tidak menampik keterkaitan garis komando dalam setiap program kementerian pada masa pemerintahannya. “Ya, semua kebijakan, semua program, memang semuanya dari Presiden,” ujar Jokowi saat memberikan konfirmasi kepada awak media.

Kendati mantan pembantunya di kabinet kini tengah terpojok oleh jeratan hukum yang sangat serius, Jokowi tetap memberikan penilaian subjektif yang positif terhadap personal Nadiem. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengintervensi jalannya keadilan dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada pihak berwenang. “Ya, yang saya tahu, Menteri Nadiem Makarim orang baik. Ya, itu proses hukum,” kata Jokowi dengan singkat, menegaskan rasa hormatnya terhadap seluruh proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.

Kasus ini sendiri menjadi salah satu mega korupsi yang paling menyita perhatian publik lantaran nilai tuntutan finansial dan hukuman badan yang sangat fantastis. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung secara tegas menuntut Nadiem Makarim dengan hukuman yang tidak main-main atas perbuatannya yang dinilai merugikan keuangan negara dalam proyek digitalisasi sekolah tersebut. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nadiem Anwar Makarim dengan pidana penjara selama 18 tahun,” tegas Jaksa Roy Riady saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim.

Selain hukuman kurungan yang hampir mencapai dua dekade, mantan bos Gojek ini juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Tak tanggung-tanggung, jaksa juga menuntut Nadiem untuk membayar uang pengganti dengan total akumulasi yang sangat mencengangkan, yakni mencapai Rp5,6 triliun. Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan inkrah harta bendanya tidak mencukupi untuk disita dan dilelang, jaksa menetapkan hukuman tambahan yang cukup berat. “Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 9 tahun,” pungkas jaksa. 

Anggota Komisi XIII DPR RI desak audit nasional usai skandal korupsi imigrasi

 Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mendesak pemerintah melakukan audit nasional terhadap layanan keimigrasian menyusul terungkapnya kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) yang menjerat sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi.

Rieke menilai kasus tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi mengancam keamanan dan kedaulatan nasional. 

Menurutnya, penyalahgunaan kewenangan di sektor keimigrasian dapat membuka celah bagi berbagai kejahatan transnasional.

“Korupsi di sektor keimigrasian dapat membuka celah bagi berbagai kejahatan transnasional, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang, kejahatan siber lintas negara, pencucian uang, hingga infiltrasi pihak asing yang berpotensi mengganggu kepentingan strategis nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisLebih lanjut, Rieke mengusulkan enam rekomendasi strategis kepada pemerintah untuk mencegah berulangnya praktik korupsi di lingkungan keimigrasian.

Mulai dari penegakan hukum yang transparan dan independen, audit nasional terhadap layanan visa, KITAS dan KITAP, pembangunan Sistem Pengawasan Keimigrasian Nasional berbasis risiko (risk-based supervision), percepatan integrasi data antarinstansi, penerbitan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Keimigrasian Nasional, hingga penguatan perlindungan bagi whistleblower, saksi, dan aparatur yang mengungkap praktik korupsi.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia perizinan dan mafia pelayanan publik. Membersihkan imigrasi bukan hanya soal memberantas korupsi, melainkan juga soal menjaga kehormatan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Juru Bicara, KPK Budi Prasetyo, mengatakan salah satu tersangka adalah Silmy Karim yang saat dugaan peristiwa terjadi menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024.

“Delapan orang tersangka tersebut, salah satunya saudara SK yang merupakan Dirjen Imigrasi periode 2023–2024,” kata Budi.

KPK menahan seluruh tersangka selama 20 hari pertama sejak 4 Juni hingga 23 Juni 2026. 

Akibatnya perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan, para tersangka diduga menjalankan skema pemerasan dengan mempersulit proses pengajuan izin tinggal WNA. 

Pemohon kemudian diminta membayar biaya tambahan pada tahap verifikasi di kantor imigrasi maupun Direktorat Jenderal Imigrasi agar permohonan dapat diproses.

“Pemohon diminta membayar biaya tambahan pada loket verifikasi di kantor imigrasi dan kembali membayar verifikasi di Direktorat Jenderal Imigrasi agar permohonan tersebut ditindaklanjuti,” ungkap Setyo.

KPK menduga praktik tersebut berlangsung sepanjang 2022–2026 dan menghasilkan penerimaan uang sedikitnya Rp145,5 miliar. 

Dana itu kemudian dikumpulkan melalui rekening perantara dan dibagikan secara berkala kepada sejumlah oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Untuk menyamarkan distribusi uang, para pelaku diduga menggunakan sejumlah kode khusus. Setyo menyebut istilah “malaikat” digunakan untuk merujuk pada aliran dana kepada pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Penyidik juga menemukan penggunaan istilah seperti vokalis, gitaris, backing vocal, dan koreografer untuk menandai penerima aliran dana tertentu.

“Kode-kode tersebut digunakan untuk menyamarkan distribusi uang kepada pihak-pihak tertentu,” kata Setyo.

Selain itu, KPK menduga sebagian hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi, pembelian aset, hingga pengembangan usaha.

Penyidik juga menemukan indikasi penggunaan dana tersebut untuk mendirikan perusahaan jasa towing sebagai bagian dari upaya menyamarkan asal-usul uang hasil tindak pidana.

“Uang tersebut dipakai oleh para pihak untuk kepentingan pribadi, pembelian aset, maupun kegiatan usaha,” kata Setyo.

Jumat, 05 Juni 2026

Pelatih Timnas Indonesia menjagokan siapa di Piala Dunia 2026?

 Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan jawaban saat ditanya siapa tim yang lebih dijagokannya di Piala Dunia 2026, Inggris atau Kanada.

Namun, meski memiliki ikatan kuat dengan kedua negara tersebut, Herdman menegaskan fokusnya saat ini hanya satu, yaitu Indonesia.

Herdman mengaku tidak berencana mengikuti secara khusus kiprah kedua negara tersebut selama Piala Dunia berlangsung. Baginya, tugas membangun kekuatan Timnas Indonesia jauh lebih penting dibanding memantau persaingan memperebutkan trofi dunia.

"Saya tidak akan mengikuti keduanya," ujar Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun berkomitmen terhadap proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Ia menyebut target membawa Garuda ke Piala Dunia 2030 menjadi obsesinya setiap hari.

Menurut Herdman, selama Piala Dunia 2026 berlangsung, waktunya akan lebih banyak dihabiskan untuk mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi agenda penting berikutnya, termasuk pemusatan latihan di Bali dan persiapan menuju Piala AFF.

"Tim ini adalah tim saya sekarang. Yang saya pikirkan setiap hari adalah bagaimana membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030," katanya.

Namun, dia tetap menyimpan harapan besar kepada Kanada. Dia menilai Kanada memiliki skuad terbaik sepanjang sejarah dan berpeluang menciptakan prestasi membanggakan di hadapan pendukung sendiri.

Kanada disebut Herdman sudah memiliki pengalaman berharga dari Piala Dunia 2022 dan kini datang dengan materi pemain yang lebih matang. Untuk itu, ia optimistis Jonathan David dan kolega mampu berbicara banyak di turnamen nanti.

"Mereka memiliki tim terbaik yang pernah mereka miliki. Mereka memiliki pengalaman Piala Dunia, jadi, ya, mereka seharusnya bisa lolos dari grup mereka. Dan saya mendoakan yang terbaik untuk mereka," imbuh Herdman.

Sementara saat pembahasan beralih ke Inggris, respons Herdman lebih singkat. Ketika ditanya apakah The Three Lions akhirnya bisa mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia, mantan pelatih Kanada itu hanya tertawa sebelum menjawab.

Cristiano Ronaldo bukan yang paling senior, ini pemain tertua dan termuda di Piala Dunia 2026

 Cristiano Ronaldo bukan yang paling senior di Piala Dunia 2026. Inilah pemain tertua dan termuda.

Piala Dunia 2026 yang akan dimulai dalam sembilan hari ke depan menghadirkan berbagai hal menarik untuk disorot, termasuk daftar pemain paling tua dan paling muda yang akan tampil di turnamen tersebut.

Ketika membahas pemain tertua dan termuda di Piala Dunia 2026, banyak penggemar sepak bola kemungkinan langsung teringat pada dua nama besar, yakni Cristiano Ronaldo dari Portugal dan Lamine Yamal yang masuk skuad Spanyol meski masih dalam proses pemulihan cedera.

Namun, apakah keduanya benar-benar menyandang status pemain tertua dan termuda di ajang tersebut? Berdasarkan rangkuman dari BBC, faktanya Ronaldo maupun Yamal bukan pemegang predikat tersebut pada Piala Dunia 2026.

Pemain Termuda di Piala Dunia 2026

Di kategori pemain muda, Lamine Yamal memang menjadi sosok yang paling banyak mendapat perhatian. Pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu kini berusia 18 tahun dan digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik dunia.

Meski demikian, Yamal bukan pemain termuda yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Predikat tersebut menjadi milik Gilberto Mora, gelandang serang asal Meksiko yang mendapat kepercayaan masuk skuad pilihan pelatih Javier Aguirre.

Gilberto Mora lahir di Tuxtla Gutierrez, Meksiko, pada 14 Oktober 2008. Dengan demikian, pemain yang memperkuat Club Tijuana itu masih berusia 17 tahun.

Saat pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, pada 12 Juni mendatang, Mora akan berusia 17 tahun 240 hari.

Pemain muda tersebut menjalani debut bersama tim senior Meksiko pada 29 Juni 2025. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi tujuh penampilan bersama El Tricolor.

Pemain Tertua di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo dipastikan akan menorehkan catatan bersejarah apabila tampil di Piala Dunia 2026. Penyerang Portugal itu akan berusia 41 tahun dan berpotensi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

Rekor tersebut hanya mungkin disamai oleh Lionel Messi apabila sang megabintang kembali membela Argentina pada turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meski usianya telah memasuki kepala empat, Ronaldo ternyata bukan pemain tertua yang akan berlaga di ajang tersebut. Predikat itu saat ini dipegang oleh kiper veteran Skotlandia, Craig Gordon.

Penjaga gawang berpengalaman itu telah berusia 43 tahun dan masih menjadi salah satu pilar penting dalam tim nasionalnya. Gordon membuktikan bahwa faktor usia tidak menghalanginya untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Pada pertandingan melawan Curacao pada 30 Mei lalu, ia dipercaya tampil sejak menit awal dan turut membantu Skotlandia meraih kemenangan 4-1. Dengan demikian, Ronaldo menempati urutan kedua dalam daftar pemain tertua yang diperkirakan tampil di Piala Dunia 2026.

Kapten Portugal tersebut masih menjadi andalan di lini depan dan diprediksi tetap memperoleh peran utama dalam tim asuhan Roberto Martinez.

Selain Gordon dan Ronaldo, beberapa pemain senior lainnya juga masih dipercaya membela negaranya masing-masing. Gelandang Kroasia Luka Modric serta penyerang Bosnia dan Herzegovina Edin Dzeko yang sama-sama berusia 40 tahun masih memegang peran penting di level internasional.

Sementara itu, rekor pemain tertua yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia hingga kini masih menjadi milik mantan kiper Mesir, Essam El Hadary. Ia mencatat sejarah saat tampil di Piala Dunia 2018 di Rusia pada usia 45 tahun, sebuah pencapaian yang belum berhasil dilampaui hingga sekarang. (*)

Selasa, 02 Juni 2026

China kirim bantuan untuk atasi wabah Ebola di Afrika

 Pemerintah China mengungkapkan pihaknya memberikan dukungan kepada Republik Demokratik Kongo (DRC) dan bekerja sama dengan Uni Afrika untuk mengatasi wabah Ebola di kawasan Afrika Barat.

"Pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC, dan khususnya mengirim tim ahli medis untuk layanan dan bantuan medis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (1/6).

Selain itu, China juga memberikan bantuan kepada Komisi Uni Afrika dan terlibat dalam kerja sama dengan mereka dalam pencegahan dan pengendalian Ebola, kata Lin Jian, menambahkan.

Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) disebut dalam tingkatan yang sangat mengkhawatirkan menurut organisasi " Medecins Sans Frontieres" (Doctors Without Borders).

Menurut Direktur operasi "Doctors Without Borders" Alan Gonzalez mengatakan kecepatan penyebaran Ebola belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka yang berada di lapangan tidak mampu mengimbangi hal tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan dugaan kasus Ebola baru ditemukan setiap hari, tapi proses pemeriksaan yang lamban menghambat hasil diagnosis tepat waktu.

Kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar situasi tersebut, setidaknya dapat dikendalikan sebagian, kata Tedros.

"Kami turut prihatin atas wabah Ebola baru di DRC. Saat memimpin pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa China akan selalu bergegas membantu ketika krisis publik besar terjadi," tambah Lin Jian.

Mengutip Wang Yi, Lin Jian menyebut bahwa pada 2015, China memberikan dukungan besar kepada tiga negara Afrika Barat yang memerangi Ebola, dan China sekarang siap untuk secara aktif membantu negara-negara yang terkena wabah terbaru, termasuk DRC.

"Dukungan Tiongkok juga diberikan kepada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika dalam hal ini untuk meningkatkan kemampuan negara-negara Afrika dalam memerangi wabah tersebut," ungkap Lin JIan.

Mendukung respons negara-negara Afrika terhadap Ebola, menurut Lin Jian, adalah contoh nyata dari pembangunan komunitas China-Afrika yang selalu siap menghadapi segala tantangan dengan masa depan bersama untuk era baru, dan juga merupakan bagian penting dari sepuluh aksi kemitraan KTT FOCAC Beijing 2024.

"China telah mengirimkan 45 tim medis, dengan total lebih dari 900 anggota, ke 44 negara Afrika. Saat ini, tim medis China berada di lapangan memerangi penyakit tersebut bahu-membahu dengan masyarakat Afrika," kata Lin Jian.

Lin Jian menambahkan bahwa China menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan yang lebih konkret untuk membantu DRC dan negara-negara Afrika lainnya mengalahkan wabah tersebut secepat mungkin.

WHO sendiri telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Organisasi internasional itu menyebut lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Otoritas kesehatan Kongo menyatakan kasus suspek baru terus ditemukan, dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus yang tercatat sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei.

Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Penyebaran Ebola di DRC dan Kongo disebut semakin parah karena Amerika Serikat menarik pendanaan dari WHO, membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), melakukan pemotongan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, dan sedang dalam proses mengurangi total bantuan kesehatan yang diberikan kepada DRC dan Uganda, negara-negara yang menjadi pusat epidemi.

Semua langkah tersebut telah melemahkan sistem kesehatan global yang sangat penting untuk respons yang efektif terhadap wabah seperti ini.

Para pejabat AS disebut baru mengetahui tentang wabah tersebut sembilan hari setelah WHO mengetahuinya, hampir sebulan setelah orang pertama meninggal.

Keterlambatan dalam mengkonfirmasi wabah tersebut sebagian disebabkan karena sampel dibawa ke laboratorium nasional di Kinshasa, Kongo, pada suhu yang salah. Tugas itu sebelumnya akan dikelola oleh USAID.

Kondisi itu sangat berbeda misalnya dengan wabah Ebola pada 2014, saat USAI menangani pendirian klinik, impor ambulans, menghubungi orang-orang dengan kasus yang dicurigai, dan menyediakan staf untuk fasilitas isolasi.


Trump: Kesepakatan AS-Iran mungkin tercapai pekan depan

  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin akan tercapai pekan depan.

"Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan," kata Trump kepada ABC News, saat berbicara tentang prospek tercapainya kesepakatan dengan Teheran tersebut.

Seperti dilaporkan RIA Novosti dari Washington, Selasa, Trump mengatakan bahwa kesepakatan yang mungkin terjadi itu boleh jadi "bahkan lebih baik daripada sebuah kemenangan militer".

"Ini bukan hal yang mudah... Anda berbicara tentang negara yang sangat besar - mereka - negara yang sangat besar yang membuat kesepakatan. Sungguh, permusuhan yang luar biasa," katanya.

Sebelumnya pada Ahad (31/5), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran dan AS terus bertukar pesan terkait kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan.

"Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius," ujar Araghchi melalui Telegram.

Pada Jumat pagi di Washington, Presiden Donald Trump menggelar pengarahan intelijen dan menyatakan bahwa ia akan mengambil keputusan final terkait isu Iran. Namun, media-media AS kemudian melaporkan bahwa sebenarnya belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.

Sementara itu, The New York Times, Minggu, melaporkan bahwa Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat untuk kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran serta menyampaikan proposal baru kepada Teheran.